<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nyimasnurlia's Weblog</title>
	<atom:link href="http://nyimasnurlia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nyimasnurlia.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Sep 2008 05:38:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nyimasnurlia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Nyimasnurlia's Weblog</title>
		<link>http://nyimasnurlia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nyimasnurlia.wordpress.com/osd.xml" title="Nyimasnurlia&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nyimasnurlia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PALEMBANG</title>
		<link>http://nyimasnurlia.wordpress.com/2008/09/27/palembang/</link>
		<comments>http://nyimasnurlia.wordpress.com/2008/09/27/palembang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 05:38:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyimasnurlia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyimasnurlia.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Kota Palembang adalah salah satu kota (dahulu daerah tingkat II berstatus kotamadya) sekaligus merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatra Selatan. Palembang adalah kota terbesar kedua di Sumatra setelah Medan. Kota ini dahulu merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya sebelum dihancurkan oleh Majapahit. &#8230; <a href="http://nyimasnurlia.wordpress.com/2008/09/27/palembang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nyimasnurlia.wordpress.com&amp;blog=4995086&amp;post=8&amp;subd=nyimasnurlia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Palembang</strong> adalah salah satu <a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota">kota</a> (dahulu <a class="mw-redirect" title="Daerah tingkat II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_tingkat_II">daerah tingkat II</a> berstatus <a title="Kotamadya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kotamadya">kotamadya</a>) sekaligus merupakan <a title="Ibu kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibu_kota">ibu kota</a> dari <a title="Provinsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi">Provinsi</a> <a class="mw-redirect" title="Sumatra Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Selatan">Sumatra Selatan</a>. Palembang adalah kota terbesar kedua di <a title="Sumatra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra">Sumatra</a> setelah <a class="mw-redirect" title="Medan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medan">Medan</a>. Kota ini dahulu merupakan pusat Kerajaan <a title="Sriwijaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya">Sriwijaya</a> sebelum dihancurkan oleh <a title="Majapahit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit">Majapahit</a>. Sampai sekarang bekas area Kerajaan Sriwijaya masih ada di Bukit Siguntang, di Palembang Barat.</p>
<p>Setelah dihancurkan oleh berbagai peristiwa mulai dari penyerbuan pasukan maritim barbar dan isolasi dari majapahit, kota ini lalu sangat terpengaruh budaya Jawa dan Melayu. Sampai sekarang pun hal ini bisa dilihat dalam budayanya. Salah satunya adalah bahasa. Kata-kata seperti “lawang (pintu)”, “gedang (pisang)”, adalah salah satu contohnya. Gelar kebangsawanan pun bernuansa Jawa, seperti Raden Mas/Ayu. Makam-makam peninggalan masa Islam pun tidak berbeda bentuk dan coraknya dengan makam-makam Islam di Jawa.</p>
<p>Kota ini memiliki komunitas <a title="Tionghoa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa">Tionghoa</a> yang besar. Makanan khas daerah ini adalah <a class="mw-redirect" title="Pempek Palembang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pempek_Palembang">pempek Palembang</a>, <a title="Tekwan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tekwan">tekwan</a>, <a title="Model" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Model">model</a>, <a title="Celimpungan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Celimpungan">celimpungan</a>, <a title="Kue maksuba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kue_maksuba">kue maksuba</a>, <a title="Kue 8 jam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kue_8_jam">kue 8 jam</a>, <a class="new" title="Kue engkak (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kue_engkak&amp;action=edit&amp;redlink=1">kue engkak</a>, <a title="Laksan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laksan">laksan</a>, <a title="Burgo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Burgo">burgo</a>, dll. Makanan seperti pempek atau tekwan mengesankan “Chinese” taste masyarakat Palembang.</p>
<p>Palembang merupakan kota tertua di Indonesia, hal ini didasarkan pada prasasti Kedukan Bukit yang diketemukan di Bukit Siguntang, sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota yang merupakan ibukota Kerajaan Sriwijaya pada tanggal <a title="16 Juni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/16_Juni">16 Juni</a> <a title="683" href="http://id.wikipedia.org/wiki/683">683</a> Masehi. Maka tanggal tersebut dijadikan patokan hari lahir Kota Palembang.</p>
<p>Kota Palembang juga dipercayai oleh masyarakat melayu sebagai tanah leluhurnya. Karena di kota inilah tempat turunnya cikal bakal raja Melayu pertama yaitu <a title="Parameswara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Parameswara">Parameswara</a> yang turun dari Bukit Siguntang. Kemudian Parameswa meninggalkan Palembang bersama Sang Nila Utama pergi ke Tumasik dan diberinyalah nama <a title="Singapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura">Singapura</a> kepada Tumasik. Sewaktu pasukan Majapahit dari Jawa akan menyerang Singapura, Parameswara bersama pengikutnya pindah ke Malaka disemenanjung Malaysia dan mendirikan <a class="mw-redirect" title="Kerajaan Malaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Malaka">Kerajaan Malaka</a>. Beberapa keturunannya juga membuka negeri baru di daerah Pattani dan Narathiwat (sekarang wilayah Thailand bagian selatan). Setelah terjadinya kontak dengan para pedagang dan orang-orang Gujarat dan Persia di Malaka, maka Parameswara masuk agama Islam dan mengganti namanya menjadi <a class="new" title="Sultan Iskandar Syah (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Iskandar_Syah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Iskandar Syah</a>.</p>
<h2><span class="mw-headline">Sejarah</span></h2>
<p>Secara teratur, sebelum masa NKRI pertumbuhan Kota Palembang dapat dibagi menjadi 5 fase utama:</p>
<h4><span class="mw-headline">Fase Sebelum Kerajaan Sriwijaya</span></h4>
<p>Merupakan zaman kegelapan, karena mengingat Palembang telah ada jauh sebelum bala tentara Sriwijaya membangun sebuah kota dan penduduk asli daerah ini seperti yang tertulis pada manuskrip lama di hulu Sungai Musi merupakan penduduk dari daerah hulu Sungai Komering.</p>
<h4><span class="mw-headline">Fase Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya</span></h4>
<p>Di sekitar Palembang dan sekitarnya kemudian bermunculan kekuatan-kekuatan lokal seperti Panglima Bagus Kuning di hilir Sungai Musi, Si Gentar Alam di daerah Perbukitan, Tuan Bosai dan Junjungan Kuat di daerah hulu Sungai Komering, Panglima Gumay di sepanjang Bukit Barisan dan sebagainya. Pada fase inilah Parameswara yang mendirikan Tumasik (Singapura) dan Kerajaan Malaka hidup, dan pada fase inilah juga terjadi kontak fisik secara langsung dengan para pengembara dari Arab dan Gujarat.</p>
<h4><span class="mw-headline">Fase Kesultanan Palembang Darussalam</span></h4>
<p>Hancurnya Majapahit di Jawa secara tidak langsung memberikan andil pada kekuatan lama hasil dari Ekspedisi Pamalayu di Sumatera. Beberapa tokoh penting di balik hancurnya Majapahit seperti Raden Patah, Ario Dillah (Ario Damar) dan Pati Unus merupakan tokoh-tokoh yang erat kaitanya dengan Palembang. Setelah Kesultanan Demak yang merupakan ‘pengganti’ dari Majapahit di Jawa berdiri, di Palembang tak lama kemudian berdiri pula ‘Kesultanan Palembang Darussalam’ dengan ‘Susuhunan Abddurrahaman Khalifatul Mukmiminin Sayyidul Iman’ sebagai raja pertamanya. Kerajaan ini mengawinkan dua kebudayaan, maritim peninggalan dari Sriwijaya dan agraris dari Majapahit dan menjadi pusat perdagangan yang paling besar di Semenanjung Malaka pada masanya. Salah satu raja yang paling terkenal pada masa ini adalah Sultan Mahmud Badaruddin II yang sempat menang tiga kali pada pertempuran melawan Eropa (Belanda dan Inggris).</p>
<h4><span class="mw-headline">Fase Kolonialisme</span></h4>
<p>Setelah jatuhnya Kesultanan Palembang Darussalam pasca kalahnya Sultan Mahmud Badaruddin II pada pertempuran yang keempat melawan Belanda yang pada saat ini turun dengan kekuatan besar pimpinan <a class="mw-redirect" title="Jendral de Kock" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jendral_de_Kock">Jendral de Kock</a>, maka Palembang nyaris menjadi kerajaan bawahan. Beberapa Sultan setelah Sultan Mahmud Badaruddin II yang menyatakan menyerah kepada Belanda berusaha untuk memberontak tetapi kesemuanya gagal dan berakhir dengan pembumihangusan bangunan kesultanan untuk menghilangkan simbol-simbol kesultanan. Setelah itu Palembang dibagi menjadi dua keresidenan besar, dan pemukiman di Palembang dibagi menjadi daerah Ilir dan Ulu.</p>
<p>Kota Palembang telah dicanangkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ‘Kota Wisata Air’ pada tanggal 27 September 2005. Presiden mengungkapkan bahwa Kota Palembang dapat dijadikan kota wisata air seperti Bangkok, Thailand dan Pnomh Phenh, Kamboja.</p>
<p>Tahun 2008 Kota Palembang menyambut kunjungan wisata dengan nama “Visit Musi 2008″.</p>
<h2><span class="mw-headline">Keadaan Geografis</span></h2>
<h3><span class="mw-headline">Letak Geografis</span></h3>
<p>Secara gografis, Palembang terletak pada 2°59′27.99″LS 104°45′24.24″BT.Luas wilayah Kota Palembang adalah 400,61 Km² atau 40.061 Ha dengan ketinggian rata-rata 8 meter dari permukaan laut. Letak Kota Palembang cukup strategis karena dilalui oleh jalur jalan Lintas Pulau Sumatera yang menghubungkan antar daerah di Pulau Sumatera. Selain itu Kota Palembang juga terdapat <a title="Sungai Musi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Musi">Sungai Musi</a> — yang dilintasi oleh <a title="Jembatan Ampera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Ampera">Jembatan Ampera</a> — yang berfungsi sebagai sarana transportasi dan perdagangan antar wilayah dan merupakan Kota Air yang terdiri dari 16 kecamatan dan 107 kelurahan.</p>
<h3><span class="mw-headline">Iklim dan Topografi</span></h3>
<p>Iklim Kota Palembang merupakan iklim daerah tropis dengan angin lembab nisbih, kecepatan angin berkisar antara 2,3 km/jam &#8211; 4,5 km/jam. Suhu Kota berkisar antara 23,4 &#8211; 31,7 derajat celsius. Curah hujan pertahun berkisar antara 2.000 mm &#8211; 3.000 mm. Kelembaban udara berkisar antara 75 &#8211; 89 % dengan rata &#8211; rata penyinaran matahari 45 %. Topografi tanah relatif datar dan rendah. Hanya sebagian kecil wilayah kota yang tanahnya terletak pada tempat yang agak tinggi yaitu pada bagian utara kota. Sebagian besar tanah adalah daerah berawa sehingga pada saat musim hujan daerah tersebut tergenang. Ketinggian rata-rata 0 &#8211; 20 mdpl.</p>
<p>Pada tahun 2002 suhu minimum Kota Palembang terjadi Bulan Oktober 22,70C, tertinggi 24,50C pada bulan Mei, sedangkan suhu maksimum terendah 30,40C pada Bulan Januari dan tertinggi pada Bulan Sepetember 34,30C. Tanah dataran tidak tergenang air : 49 %, Tanah tergenang musiman : 15 %, Tanah tergenang terus menerus : 37 % dan Jumlah sungai yang masih berfungsi 60 buah (dari jumlah sebelumnya 108) sisanya berfungsi sebagai saluran pembuangan primer. Tropis lembab nisbi, Suhu antara 220-320 Celcius, Curah hujan 22-428 mm / tahun, Pengaruh pasang surut antara 3-5 meter, dan Ketinggian tanah rata-rata 12 meter diatas permukaan laut.</p>
<p>Jenis tanah Kota Palembang berlapis alluvial, liat dan berpasir, terletak pada lapisan yang paling muda, banyak mengandung minyak bumi, yang juga dikenal dengan lembah Palembang &#8211; Jambi. Tanah relatif datar dan rendah, tempat yang agak tinggi terletak dibagian utara kota. Sebagian kota Palembang digenangi air terlebih lagi bila terjadi hujan terus menerus.</p>
<h3><span class="mw-headline">Batas Wilayah</span></h3>
<ul>
<li>Sebelah Utara; dengan Desa Pangkalan Benteng, Desa Gasing dan Desa Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin</li>
<li>Sebelah Selatan; dengan Desa Bakung Kecamatan Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir dan Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim</li>
<li>Sebelah Barat; dengan Desa Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin</li>
<li>Sebelah Timur; dengan Balai Makmur Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin<br />
<h2><span class="mw-headline">Pemerintahan</span></h2>
<p>Kota Palembang dibagi ke dalam 16 <a title="Kecamatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kecamatan">kecamatan</a> dan 107 kelurahan, kecamatan-kecamatan tersebut yaitu:</li>
<li>Ilir Timur I</li>
<li>Ilir Timur II</li>
<li>Ilir Barat I</li>
<li>Ilir Barat II</li>
<li>Seberang Ulu I</li>
<li>Seberang Ulu II</li>
<li>Sukarame</li>
<li>Sako</li>
<li>Bukit Kecil</li>
<li>Kemuning</li>
<li>Kertapati</li>
<li>Plaju</li>
<li>Gandus</li>
<li>Kalidoni</li>
<li>Alang-alang lebar</li>
<li>Sematang Borang<br />
<h2><span class="mw-headline">Penduduk</span></h2>
<p>Penduduk Palembang merupakan cabang dari masyarakat melayu, dan menggunakan bahasa melayu sebagai bahasa sehari-hari, namun para pendatang daerah seringkali menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa sehari-hari, seperti bahasa komering, rawas, lahat, dsb. Pendatang dari luar Sumatera Selatan terkadang juga menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa sehari-hari dalam keluarga atau komunitas kedaerahan, seperti pendatang dari Pulau Jawa dan daerah-daerah lain di Indonesia. Namun untuk berkomunikasi dengan warga Palembang lain, penduduk umumnya menggunakan Bahasa Palembang sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Selain penduduk Palembang asli, di Palembang terdapat pula warga pendatang dan warga keturunan, warga pendatang seperti dari Pulau Jawa, Madura, Sulawesi (Makassar dan Manado), Papua, Wilayah Sumatera Lainnya. Warga Keturunan terutama Tionghoa, Arab dan India.</p>
<p>Agama mayoritas di Palembang adalah Islam. Selain itu terdapat pula agama Katolik, Protestan, Hindu, Buda, dan Konghucu.</p>
<h2><span class="mw-headline">Pariwisata</span></h2>
<h3><span class="mw-headline">Olahraga</span></h3>
<p><a title="Stadion Jakabaring" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stadion_Jakabaring">Stadion Jakabaring</a> yang terdapat di dalam area <a class="new" title="Gelora Sriwijaya Jakabaring (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gelora_Sriwijaya_Jakabaring&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gelora Sriwijaya Jakabaring</a> menggelar 2 pertandingan dalam lanjutan <a title="Piala Asia AFC 2007" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Piala_Asia_AFC_2007">Piala Asia AFC 2007</a>, yaitu babak penyisihan grup D antara <a title="Tim nasional sepak bola Arab Saudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tim_nasional_sepak_bola_Arab_Saudi">Arab Saudi</a> dan <a title="Tim nasional sepak bola Bahrain" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tim_nasional_sepak_bola_Bahrain">Bahrain</a> serta perebutan tempat ke-tiga antara <a title="Tim nasional sepak bola Korea Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tim_nasional_sepak_bola_Korea_Selatan">Korea Selatan</a> dengan <a title="Tim nasional sepak bola Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tim_nasional_sepak_bola_Jepang">Jepang</a>. Selain itu, Gelora Sriwijaya Jakabaring juga menjadi tempat utama penyelenggaraan <a title="Pekan Olahraga Nasional XVI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pekan_Olahraga_Nasional_XVI">Pekan Olahraga Nasional XVI</a>.</p>
<h3><span class="mw-headline">Seni dan Budaya</span></h3>
<p>Kesenian yang terdapat di Palembang antara lain:</li>
<li>Kesenian Dul Muluk (semacam pentas drama)</li>
<li>Tari-tarian seperti Gending Sriwijaya yang diadakan sebagai penyambutan kepada tamu-tamu, dan tari Tanggai yang diperagakan dalam resepsi pernikahan</li>
<li>Lagu Daerah seperti Cuk Mak Ilang</li>
</ul>
<p>Rumah Adat Palembang adalah Rumah Limas dan Rumah Rakit</p>
<p>Kota Palembang mengadakan berbagai festival setiap tahunnya antara lain Festival Sriwijaya setiap bulan Juni memperingati Hari Jadi Kota Palembang, Festival Bidar dan Perahu Hias merayakan Hari Kemerdekaan. Serta berbagai festival memperingati Tahun Baru Hijriah, Bulan Ramadhan, Tahun Baru Masehi, dsb.</p>
<p>Kota Palembang memiliki beberapa wilayah yang menjadi ciri khas dari suatu komunitas seperti Kampung Kapitan yang merupakan wilayah Komunitas Tionghoa dan Kampung Al Munawwar yang merupakan wilayah Komunitas Arab.</p>
<h3><span class="mw-headline">Objek Wisata</span></h3>
<p>Tempat-tempat wisata yang layak dikunjungi di Palembang antara lain:</p>
<ol>
<li>Sungai Musi</li>
<li>Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang</li>
<li>Jembatan Ampera</li>
<li>Kantor Leideng (Kantor Walikota)</li>
<li>Kampung Kapitan</li>
<li>Benteng Kuto Besak</li>
<li>Sungai Musi</li>
<li>Kambang Iwak</li>
<li>Hutan Wisata Punti Kayu</li>
<li>Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya</li>
<li>Taman Purbakala Bukit Siguntang</li>
<li>Monumen Perjuangan Rakyat</li>
<li>Museum Balaputradewa</li>
<li>Museum Sultan Mahmud Badaruddin II</li>
<li>Kawah Tekurep</li>
<li>Bagus Kuning</li>
<li>Pusat Kerajinan Songket</li>
<li>Pulau Kemaro</li>
<li>SMPN 18</li>
<li>SMAN 1<br />
<h3><span class="mw-headline">Pusat-pusat Perbelanjaan</span></h3>
</li>
<li>Palembang Indah Mall</li>
<li>Palembang Trade Center</li>
<li>Palembang Square</li>
<li>Internasional Plaza</li>
<li>Pusat Perbelanjaan Sumatera</li>
<li>Pasar 16 Ilir</li>
<li>The Fame Citywalk</li>
<li>Pusat Perbelanjaan Ramayana</li>
<li>JM Plaza</li>
<li>Ilir Barat Permai (Songket, Ciri khas Adat Palembang dll)</li>
<li>Beberapa Pasar Tradisional seperti Pasar Kuto, Pasar 16 Ilir, Pasar 26 Ilir, Pasar Gubah dsb.<br />
<h3><span class="mw-headline">Hotel</span></h3>
<p>Hotel-hotel berbintang di Palembang antara lain: Hotel Novotel Palembang, Hotel Aston Palembang, Hotel Horison Palembang, Quality Hotel Daira Palembang, Hotel Sanjaya, Hotel Swarna Dwipa, Hotel Royal Asia, Hotel Lembang, Hotel Princess dsb.</p>
<h2><span class="mw-headline">Transportasi</span></h2>
<p>Warga Palembang mengenal beberapa trayek angkutan kota antara lain:</li>
<li>Ampera-Pakjo</li>
<li>Ampera-Sekip</li>
<li>Ampera-Lemabang</li>
<li>Ampera-Perumnas</li>
<li>Ampera-Tangga Buntung</li>
<li>Ampera-Bukit Besar</li>
<li>Ampera-KM 5</li>
<li>Ampera-Kertapati</li>
<li>Ampera-Plaju</li>
<li>Ampera-Pasar Induk</li>
<li>Lemabang-Sungai Lais</li>
<li>Pasar Kuto-Kenten Laut</li>
<li>Pasar Kuto-Perumnas</li>
<li>Sayangan-Lemabang</li>
<li>Pusri-Simpang Sekip</li>
<li>Musi II &#8211; Polda</li>
</ol>
<p>Terdapat pula beberapa trayek Bus Kota yaitu:</p>
<ul>
<li>Perumnas-Kertapati</li>
<li>Perumnas-Plaju</li>
<li>Pusri-Kertapati</li>
<li>Pusri-Plaju</li>
<li>Bukit Besar-Kota</li>
<li>KM 12-Kertapati</li>
<li>KM 12-Plaju</li>
</ul>
<p>Terdapat pula beberapa merk taksi yang beroperasi di penjuru kota. Selain taksi dan angkutan kota di Palembang dapat ditemukan bajaj yang berperan sebagai angkutan perumahan, dimana setiap bajaj memiliki kode warna tertentu yang hanya boleh beroperasi di wilayah tertentu di Kota Palembang. Sebagai sebuah kota yang dilalui oleh beberapa sungai besar, masyarakat Palembang juga mengenal angkutan air, yang disebut getek. Getek ini melayani penyeberangan sungai melalui berbagai dermaga di sepanjang Sungai Musi, Ogan dan Komering. Baru-baru ini telah dibuka jalur kereta komuter yang diperuntukkan bagi mahasiswa Universitas Sriwijaya yang melayani jalur Kertapati-Indralaya.</p>
<p>Palembang memiliki sebuah Bandara Internasional yaitu Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II). Bandara ini terletak di barat laut Palembang, melayani baik penerbangan domestik maupun internasional (sejak runway di perpanjang). Bandara ini juga menjadi embarkasi haji bagi warga Sumatera Selatan. Penerbangan domestik melayani jalur Palembang ke Jakarta, Bandung, Batam, Pangkal Pinang dan kota-kota lainnya, penerbangan internasional melayani Singapura, Kuala Lumpur, Malaka, China, thailand.</p>
<p>Palembang mempunyai jalan tol kayu agung-palembang-bandara internasional sultan mahmud badaruddin II jalan tol ini mempercepat akses ke bandara dan kayu agung.</p>
<p>Palembang juga memiliki sebuah pelabuhan yaitu Boom Baru, Pelabuhan 36 Ilir,dan Pelabuhan Tanjung Api Api 3 pelabuhan ini melayani pengangkutan penumpang menggunakan feri ke Muntok (Bangka) dan Batam. Saat ini sedang dibangun <a title="Pelabuhan Tanjung Api-api" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pelabuhan_Tanjung_Api-api">pelabuhan Tanjung Api-api</a> yang melayani pengangkutan penumpang dan barang masuk dan keluar Sumatera Selatan.<a href="http://nyimasnurlia.files.wordpress.com/2008/09/120px-lambang_kota_palembang.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-9" title="120px-lambang_kota_palembang" src="http://nyimasnurlia.files.wordpress.com/2008/09/120px-lambang_kota_palembang.gif?w=500" alt=""   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nyimasnurlia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nyimasnurlia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nyimasnurlia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nyimasnurlia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nyimasnurlia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nyimasnurlia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nyimasnurlia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nyimasnurlia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nyimasnurlia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nyimasnurlia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nyimasnurlia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nyimasnurlia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nyimasnurlia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nyimasnurlia.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nyimasnurlia.wordpress.com&amp;blog=4995086&amp;post=8&amp;subd=nyimasnurlia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyimasnurlia.wordpress.com/2008/09/27/palembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/50ad5968c16f92feb426f9222667f258?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nyimasnurlia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nyimasnurlia.files.wordpress.com/2008/09/120px-lambang_kota_palembang.gif" medium="image">
			<media:title type="html">120px-lambang_kota_palembang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benteng Kuto Besak</title>
		<link>http://nyimasnurlia.wordpress.com/2008/09/27/benteng-kuto-besak/</link>
		<comments>http://nyimasnurlia.wordpress.com/2008/09/27/benteng-kuto-besak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 05:37:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyimasnurlia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyimasnurlia.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Kuto Besak adalah bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan Palembang. Gagasan mendirikan Benteng Kuto Besar di prakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758 dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin &#8230; <a href="http://nyimasnurlia.wordpress.com/2008/09/27/benteng-kuto-besak/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nyimasnurlia.wordpress.com&amp;blog=4995086&amp;post=3&amp;subd=nyimasnurlia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kuto Besak</strong> adalah bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan <a class="mw-redirect" title="Palembang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palembang">Palembang</a>. Gagasan mendirikan Benteng Kuto Besar di prakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758 dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803. Sultan Mahmud Bahauddin ini adalah seorang tokoh kesultanan Palembang Darussalam yang realistis dan praktis dalam perdagangan Internasional serta seorang agamawan yang menjadikan Palembang sebagai pusat sastra agama di Nusantara. Menandai perannya sebagai sultan ia pindah dari Keraton Kuto Lamo ke Kuto Besak. Belanda menyebut Kuto Besak sebagai nieuwe keraton alias keraton baru.</p>
<p>Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1780 dengn arsitek yang tidak diketahui dengan pasti dan pelaksanaan pengawasan pekerjaan dipercayakan pada seorang Tionghoa. Semen perekat bata dipergunakan batu kapur yang ada di daerah pedalaman Sungai Ogan ditambah dengan putih telur. Waktu yang dipergunakan untuk membangun Kuto Besak ini kurang lebih 17 tahun. Ditempati secara resmi pada hari Senin pada tanggal 21 Feburari 1797.</p>
<p>Berbeda dengan letak keraton lama yang berlokasi di daerah pedalaman, keraton baru berdiri di posisi yang sangat terbuka, strategis, dan sekaligus sangat indah. Posisinya menghadap ke <a title="Sungai Musi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Musi">Sungai Musi</a>.</p>
<p>Pada masa itu, Kota Palembang masih dikelilingi oleh anak-anak sungai yang membelah wilayah kota menjadi pulau-pulau. Kuto Besak pun seolah berdiri di atas pulau karena dibatasi oleh Sungai Sekanak di bagian barat, Sungai Tengkuruk di bagian timur, dan Sungai Kapuran di bagian utara.</p>
<p>Benteng Kuto Besak saat ini ditempati oleh <a title="Komando Daerah Militer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komando_Daerah_Militer">Komando Daerah Militer</a> (Kodam) <a title="Sriwijaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya">Sriwijaya</a>.</p>
<p>Pembangunan dan penataan kawasan di sekitar Plaza Benteng Kuto Besak diproyeksikan akan menjadi tempat hiburan terbuka yang menjual pesona Musi dan bangunan- bangunan bersejarah. Jika dilihat dari daerah Seberang Ulu atau <a title="Jembatan Ampera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Ampera">Jembatan Ampera</a>, pemandangan yang tampak adalah pelataran luas dengan latar belakang deretan pohon palem di halaman Benteng Kuto Besak, dan menara air di Kantor Wali Kota Palembang.</p>
<p>Di kala malam hari, suasana akan terasa lebih dramatis. Cahaya dari deretan lampu- lampu taman menciptakan refleksi warna kuning pada permukaan sungai.</p>
<p>Pemkot Palembang memiliki sejumlah rencana pengembangan untuk mendukung Plaza Benteng Kuto Besak</p>
<p>sebagai obyek wisata.<a href="http://nyimasnurlia.files.wordpress.com/2008/09/250px-kutobesak1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-5" title="250px-kutobesak1" src="http://nyimasnurlia.files.wordpress.com/2008/09/250px-kutobesak1.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nyimasnurlia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nyimasnurlia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nyimasnurlia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nyimasnurlia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nyimasnurlia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nyimasnurlia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nyimasnurlia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nyimasnurlia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nyimasnurlia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nyimasnurlia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nyimasnurlia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nyimasnurlia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nyimasnurlia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nyimasnurlia.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nyimasnurlia.wordpress.com&amp;blog=4995086&amp;post=3&amp;subd=nyimasnurlia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyimasnurlia.wordpress.com/2008/09/27/benteng-kuto-besak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/50ad5968c16f92feb426f9222667f258?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nyimasnurlia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nyimasnurlia.files.wordpress.com/2008/09/250px-kutobesak1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">250px-kutobesak1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
